Kelainan Refraksi dan Biometri Okular pada Pasien di Rumah Sakit Mata Makassar Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.63670/mata.v3i1.48Abstract
Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.Kelainan refraksi meliputi myopia, hypermetropia, astiigmatisme yang maisng-masing meiliki karakteristik biometri ocular yang berbeda. Parameter biometri ocular seperti axial legth(AL), Anterior Chamber depth (ACD), lens thinkness (AL),dan keratometry berperan penting dalam menentukkan status refraksi mata Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik parameter biometri ocular pada berbagai jenis kelainan refraksi di Rumah Sakit Mata Makassar. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 100 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan Teknik accidental sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan hasil pemeriksaan biometri menggunakan IOL Master. Hasil penelitian menunjukkan bahwa myopia merupakan kelainan refraksi yang paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 91%,diikuti hypermetropia sebesar 6%, dan astigmatisme 3%. Kelompok myopia memiliki AL tertinggi dengan rerata 25,63 + 1,21 mm serta ACD yang lebih dalam dibandingkan kelompok lainnya. Kelompok hypermetropia menunjukkan nilai AL lebih pendek dengan rerata 22,34 + 0,35 mm dan LT yang lebih tebal. Sementara itu, kelompok astigmatisme menunjukkan perbedaan nilai keratometry yang lebih besar dibandingkan kelompok myopia dan hypermetropia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap jenis kelainan refraksi memiliki karakteristik biometri ocular yang berebeda. Miopa berkaitan dengan pemanjangan axial legth, hypermetropia berkaitan dengan axial legth yang lebih pendek dan lens thickness yang lebih tebal, sedengkan astigmatisme lebih berkaitan dengan perubahan kelengkungan kornea yang tercermin dari nilai keratometry.





