Karakteristik Jenis-Jenis Glaukoma (Primary Open-Angle, Primary Closed-Angle, Congenital, dan Drug Induced) pada Pasien di RS Mata Makassar Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.63670/mata.v3i1.45Abstract
Pendahuluan: Glaukoma merupakan penyebab kebutaan ireversibel kedua di dunia dan memiliki karakteristik klinis yang beragam. Data epidemiologi lokal yang komprehensif masih terbatas, khususnya terkait distribusi jenis dan profil tekanan intraokular (TIO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik jenis-jenis glaukoma serta mengidentifikasi tipe yang paling dominan pada pasien di Kota Makassar tahun 2024. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif dengan teknik total sampling dilakukan terhadap 250 rekam medis pasien glaukoma di beberapa rumah sakit di Kota Makassar periode 1 Januari–31 Desember 2024. Data dianalisis secara univariat meliputi usia, jenis kelamin, jenis glaukoma, tekanan intraokular, dan visus. Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (56,0%) dan berusia 20–59 tahun (50,0%). Primary Open-Angle Glaucoma (POAG) merupakan tipe terbanyak (60,4%), diikuti Primary Angle-Closure Glaucoma (38,4%). Sebagian besar pasien memiliki TIO normal pada kedua mata (>60%). Gangguan penglihatan derajat sedang hingga kebutaan ditemukan pada proporsi yang tinggi. Kesimpulan: POAG merupakan jenis glaukoma paling dominan di Kota Makassar tahun 2024. Tingginya proporsi TIO normal menegaskan bahwa diagnosis glaukoma tidak dapat bergantung pada tonometri saja, sehingga diperlukan pendekatan pemeriksaan komprehensif untuk mencegah kebutaan permanen.





